Another Side – Ayudia Jung.

1460119_791071314294448_7637240120499698546_n

Another Side

by Ayudia Jung

[BTS’s Kim Taehyung] & [OC’s Shin Jihyun ]

AU │ Oneshoot │ General

Disclaimer: Just own this plot.

Based on Ayudia Jung’s prompt  :

 “ Im afraid that I let go of your hand. You’ll fly away like a butterfly “

Summary :

Taehyung memang bukan lelaki sempurna yang memiliki jajaran wanita penggilanya yang akan selalu memujinya setiap saat.

Taehyung memang bukan lelaki yang jenius seperti kebanyakan murid sekolah akan menghabiskan waktu dengan belajar sampai ujian tiba, tidak untuk Taehyung.

Taehyung memang bukan lelaki yang menyenangkan setiap saat seperti dimana ia akan melontarkan segelintir perntanyaan atau fakta idiot dari mulutnya hingga membuat pecahan tawa seperti terdengar diseluruh sudut dimana ada Taehyung.

Tidak, Taehyung tidak seperti itu.

Ada sudut pandang lain dari Taehyung yang tidak akan dapat dimengerti oleh siapapun, kecuali Shin Jihyun.

.

.

.

Kelebat angin ketika itu tampak rapuh membawa gadis itu kemari. Sementara gumpalan awan kelabu seberaneka pola yang menggantung dilangit tampak hendak runtuh dalam hitungan beberapa menit lagi atau jika mungkin hitungandetik pun tidak mustahil.

Taehyung tersenyum tipis ketika itu. Retinanya tau-tau menangkap sosok gadis yang berlari kepadanya dengan senyum yang begitu Taehyung sukai, tampak berlari memecah keramaan kota Seoul yang mendadak padat penduduk berlalu lalang ketika cuaca mengutuk menjadi tersapu oleh kesuraman.

“ Menunggu lama, Tae ? “ Shin Jihyun merangkul tubuh Taehyung setelah langkah kakinya membawa kemari. Tersambut oleh senyum khas kepemilikan Taehyung yang tak akan ada duanya di dunia.

“ Barusaja aku tiba, “ timpal Taehyung yang dihadiahi helaan nafas panjang oleh sang gadis.

“ Kau hampir membuatku mati terkejut, idiot.  jika saja kau tidak mengatakan hanya becanda padaku, idiot.

Taehyung terbahak sesudahnya selesai gadis itu mengaduh. Lantas mendaratkan tinju pada sisi perut Taehyung yang tak kunjung diam atas tertawanya yang membuat Jihyun kesal. Bagaimana gadis itu tidak terkejut, sementara sang kekasih beberapa waktu lalu mengirim pesan suara via telepon dengan sesegukan tangisan yang bodohnya Jihyun percaya begitu saja, seharusnya lain kali Jihyun harus bisa membedakan candaan Taehyung yang seperti ini. Benar, lain kali jika Jihyun bisa membedakan kembali.

“ Ayo, seperti hujan akan turun, “ Taehyung lantas merapatkan jemarinya pada milik Jihyun. Membawa gadis itu beranjak dari tepi trotoar ketika itu.

Mimilih sederetan kedai yang mengisi di tepi jalan raya panjang yang mulai tampak sepi sementara kebanyakan orang kini memilih mampir pada kedai atau buru-buru pulang sebelum air mengetuk lapisan bumi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“ Bagaimana kau bisa membuat suara segaduh tadi, Tae ? “ Jihyun kembali beragumen kepada Taehyung. Benar-benar mempertanyakan bagaimana bisa lelaki itu membuat hatinya hampir meloncat diibaratkan. Membicarakan kemampuan Taehyung dalam membuat lelucon mungkin akan menjadi menyenangkan dengan seduhan kopi hangat kedai kesukaan Taehyung saat ini.

“ Kemampuan beraktingku sudah tidak diragukan lagi, kan ? “

Jihyun hanya tersenyum sesaat. Sedikit bergidik ngeri ketika lelaki dengan surai hitam pekat itu tersenyum bangga atas dirinya. Itu memang Taehyung.

“ Tangisanmu yang tadi benar bukan dibuat-buat kan, Tae ? “

“ Beri aku penjelasan bagaimana caraku bisa meyakinkanmu kembali ? “

Sihyun menggeleng pelan. Mungkin, Taehyung benar atau mungkin hanya perasaan Shin Jihyun saja yang berlebihan. Taehyung memang hobi bercanda, hampir setiap saat Jihyun dapat mendengar pecah tawa Taehyung dimana ia berada. Namun untuk saat ini, sulit sekali membedakan lelucon Taehyung.

“ Tae, apa ada masalah ? “

Taehyung tentu menggeleng dengan cepat. Sesekali mencium bibir cangkir kopi dengan tiupan di seduhan hangat rasa coffee coolin yang terasa pahit untuk mulut Taehyung.

“ Kenapa memang? Apa aku terlihat seperti seorang murid yang dalam masalah? ” tambah Taehyung. Shin Jihyun tampak bingung sesaat. Terdiam untuk beberapa saat sampai Taehyung menjadi bingung sendirian.

“ Shin Jihyun … jangan seperti orang idiot, membuatku takut sa—

“ Taehyung, bisa kau jelaskan ini ? “ Jihyun menarik pergelangan tangan Taehyung keluar dari jaket tebalnya ketika itu. Namun sebelumnya buru-buru Taehyung menarik kembali lengannya. Menjatuhkan luntungan jaketnya kembali hingga menutupi punggung tangannya rapat.

Ini bukan lelucon buatan Taehyung.

“ Hanya kecelakaan ketika aku bermain de—

“ Bagaimana luka sayatan di pergelangan tanganmu diatas nadi itu bisa kau katakan dengan kecelakaan ketika kau bermain, Tae ? “

Taehyung terdiam.

“ Bagaimana luka sayatan itu rapi sekali jika saja itu hanya sebuah kecelakaan bermain? “

Taehyung terdiam.

“ Bagaimana luka sayatan itu masih terlihat memerah tampak seperti kau membuatnya barusan ? “

Taehyung terdiam.

Tidak ada segelintir kalimat bahkan kata pun keluar dari mulut Taehyung.

“ Apa ada masalah ? “ Jihyun bertanya sekali lagi. Taehyung hanya terdiam, sesekali matanya berotasi menatap sekitar. Atau mungkin memberi atensi penuh kepada gadis itu untuk beberapa saat sampai sebuah kekehan keluar dari mulut seorang Kim Taehyung. Kekehan yang begitu lama terkadang sampai terdengar seperti orang gila tengah meracau jika didengar kembali oleh orang lain.

Namun terdengar berbeda untuk Shin Jihyun,

Sesekali sisipan isak tangis turut masuk dalam pengedengaran Jihyun.

Jihyun memangkas jarak diantara keduanya lantas memeluk Taehyung.

Meraih punggung sosok Taehyung yang terlihat rapuh untuk hari ini.

“ Shin Jihyun, jangan membuatku merasa takut denganmu. Kau hari ini terlalu berlebihan … “

Taehyung masih terkekeh panjang sampai Jihyun merasa bosan mendengarnya. Terkadang membuat orang-orang memandang kalian berdua seperti dua orang bodoh yang tengah membuat lelucon idiot.

Untuk beberapa saat, suara kekehan Taehyung lenyap seiring dengan runtuhnya hujan diluar. Membuat Jihyun hendak melepaskan pelukannya namun tangan Taehyung terlanjur mengakar pada punggung gadis itu pula. Seakan tidak akan melepaskan punggung bahu gadis itu.

Terdengar pilu menyayat hati Jihyun, ketika sama-samar kekehan Taehyung tergeserkan oleh suara isakan lirih darinya. Terdengar seperti bisikan, namun Jihyun dapat yakin sekali jika itu benar-benar sebuah isakan.

Bukan hanya sekadar kekehan monoton panjang yang dibuat-buat oleh Taehyung.

Taehyung benar-benar menangis pada bahu gadis itu.

“ Aku kehilangan orang yang sangat kucintai …, aku tidak tahu bagaimana harus melewatinya, Shin. “

“ Aku menjadi takut untuk kehilangan segala hal yang kumiliki saat ini, termasuk kau, aku sangat mencemaskan ini sampai rasanya aku ingin mati saja daripada merasa kehilangan, rasanya begitu menyakitkan.  “

Jihyun terdiam untuk beberapa saat.

Apa Taehyung masih sesedih ini dengan kepergian neneknya?

“ Aku masih tidak percaya dengan semuanya, terlihat seperti sebuah klisemimpi buruk yang panjang bagiku … “

“ Taehyung, aku akan selalu disini untukmu, “ timpal Jihyun. “ Aku tidak bisa kehilangan dirimu, jadi kumohon untukku, jangan pernah menyakiti dan mencoba membunuhmu dirimu sendiri seperti saat ini. Rasanya sangat menyakitkan untukku …, mari lewati bersama semua hal yang membuatmu takut denganku. “

Taehyung menarik punggung gadis itu lebih erat kembali. Membuat selubung kabut putih sendiri dengan sentuhan sendu senja itu.

 “ Im afraid that I let go of your hand. You’ll fly away like a butterfly “

“ Never. I’ll be in your side “

fin.

AH MAAF GAJE GINI :”) LAGI WRITER BLOCK JUGA CERITANYA:”””

DUH MAAFIN YA UDAH NGECEWAIN BANGET. UDAH LAMA BANGET NGEPOSTNYA:”) AMBURADUL LAGI CERITANYA. ENGGAK BERKUALITAS LAGI:”) MAAF BANGET YA /.\ BARU PEMULA KALI YA:”)

regards,

Ayudia Jung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s